Beberapa tahun lalu ketemu pak Husni Amrianto di acara silaturahim alumni di Jakarta, beliau bercerita tentang betapa hebatnya sekarang SEA UMY dengan kiprahnya yang sudah mengikuti event internasional.
Terharu, bangga, bahagia, campur-campur jadi satu. Langsung pengen flashback, mengingat jaman susah dulu berdarah-darah (biar dramatis,gitu.. hehe.) membangun SEA dari awal.
Hubungan Internasional dan Bahasa Inggris adalah satu paket. Entahlah siapa orang pertama yang buat statement itu, yang jelas aku adalah salah satu korban stereotype ini.
Jadi..,itulah alasannya kenapa aku tertarik untuk gabung di UKM Bahasa Inggris, bukan UKM lain, pencak silat atau pramuka misalnya. ( eh,emang ada ya UKM pencak silat?)
Mulai deh hunting info, kebetulan nemu selebaran tentang kegiatan UKM Bahasa Inggris di hari minggu di masjid kampus. Pas dateng..ternyata tu UKM cuma ada satu anggota merangkap ketua, yaitu mas Haris Ubaidillah, hehe..kesian banget ya..? pertemuan diadakan di masjid karena memang belum punya sekretariat.
Sementara mahasiswa baru yang bergabung ada beberapa,tapi setelah beberapa pertemuan, yang konsisten cuma tinggal empat orang; aku, Yuli Fuziatni,Nur Agus Susanto, dan Iwan, yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya SEA UMY.
Beberapa Bulan Kemudian...
UMY dapet undangan event debat nasional IVED, yang baru kedua kalinya diadain. Dengan modal bahasa Inggris yang masih berantakan, kita nekad pergi ikutan dengan niat menambah wawasan.
Dan dari event itulah, kita dapet inspirasi, karena melihat berbagai komunitas bahasa Inggris keren yang jadi peserta pada waktu itu.
Jadi, walaupun debatnya kalah total, kita pulang dengan membawa hikmah.Nekad itu berubah menjadi tekad, unntuk membangun komunitas bahasa Inggris di UMY sepulangnya dari acara tsb.
The Story Behind the Name..
Dengan pertimbangan bahwa nama UKMBI itu gak keren,old fashion, dan kurang indah di denger. Maka kami sepakat untuk mengganti namanya menjadi (SEA=Student English Activity). Kalo gak salah sih terinspirasi dari nama club nya Unsoed, yaitu SES.Gambar logo,bendera dll dibuat oleh Iwan, sedangkan warna ungu yang dipilih sebagai ciri khas, itu warna kesukaan Yuli.
to be continued yaa...
Showing posts with label Kumpulan Cerita Mengenang Jogja. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Cerita Mengenang Jogja. Show all posts
SEA UMY, the History..My Memory..( Part 1)
11:22:00 PM |
Labels:
Kumpulan Cerita Mengenang Jogja
Read User's Comments(4)
CengLu..
3:32:00 PM |
Labels:
Kumpulan Cerita Mengenang Jogja
Ceritanya..
Suatu malam, temen2 sekontrakan pengen makan jagung bakar sambil nyantai
di Alkid (alun-alun kidul ). Berhubung motor yang ada cuma 2, dan anggota genk ada 5,
jadilah salah satu motor dinaiki bertiga, istilah kerennya 'cenglu' (bonceng telu, hehe).
Kebetulan yang cenglu aku,yuli dan izzah. Pas berangkat sih gak ada masalah, karena disetiap
bangjo (abang ijo/ lampu merah) salah satu dari kami turun dan jalan kaki, trus ampe seberang bangjo naik lagi, jadi polisinya gak liat.
Masalah terjadi pas pulangnya..,
Dengan pertimbangan waktu itu udah tengah malam, kami fikir pak polisi dah pada bobo, kami gak pake strategi seperti pas berangkat tadi.
Setengah perjalanan pulang kami dibuntuti oleh sepeda motor yg dikendarai seorang laki-laki.
Ku fikir tu pasti pendekar berwatak jahat yg berniat buruk, jadi aku gas motor biar lebih ngebut.
Tapi motor itu mengejar sampe akhirnya berada disamping motor kami.
Deg-degan...!
Tiba-tiba laki-laki itu membuka helm dan menyuruh kami berhenti.
Berhentilah kami, daripada celaka, masa mo kejer-kejeran kaya di sinetron.
daan... O ow..! ternyata laki-laki itu berseragam polisi.
Pasrah deeh.. !
"salah satu naik kemotor saya" katanya.Kami liat-liatan bertiga, akihirnya si Izzah yg ngalah.
"ya udah aku aja" katanya.
aku fikir kami mo dibawa ke kantor polisi,jadi siap-siap pasang wajah semelas mungkin biar pak polisinya kesian.
Motor si Bapak polisi yg bawa Izzah mulai jalan, aku ikutin dibelakangnya...tapi kok..., menuju kontrakan kami ya...? rasanya gak ada kantor polisi disekitar sini.
aku masih bengong pas akhirnya motor polisi itu berhenti didepan rumah kontrakan, Izzah turun, si bapak siap-siap pergi lagi. Tapi sebelum pergi beliau berpesan " jangan diulangin lagi ya...!"
ya ampyuun...sibapak polisi yang baik itu ternyata nyuruh salah satu dari kita naik motornya, dan nganter pulang kerumah, biar gak cenglu, gitu...! baik banget yaa...? legaaa...rasanya.
pak polisi....wherever u are..we love u fuull....!
SIMBOK...
10:05:00 AM |
Labels:
Kumpulan Cerita Mengenang Jogja
Wajahnya bulat, terlihat lugu, dan selalu ceria. Tubuhnya juga agak bulat, tapi gesit, gerakannya cepat dan tangkas. Kalo bicara, nadanya selalu riang, menyenangkan sekali.
Simbok..,begitu aku memanggilnya. Beliau adalah ibu dari Mas Iyo. Mas Iyo ini tinggal di daerah Prambanan, dulu salah satu staf yang bekerja di perusahaan tempat ayahku bekerja di Lampung. Beliau didaulat sebagai penunjuk jalan waktu pertama kali aku berangkat ke Jogja untuk untuk meneruskan kuliah, mengingat aku belum pernah ke Jogja, dan gak punya sodara disana.
Disinilah awal perkenalanku dengan Simbok, yang kemudian dengan senang hati menganggapku sebagai anak angkat, ( bukan anak yang bisa diangkat-angkat lho, seperti para Oom dan anak angkatnya yang rata-rata ABG itu, hehe..! )
Pada waktu perkuliahan sudah berjalan, aku tinggal di Jogja yang berjarak kira-kira 45 menit perjalanan dengan mengendarai motor ke rumah Simbok. Jarak tak menyurutkan niat untuk sering-sering mengunjungi Simbok, terutama ketika hati sedang galau, karena berada didekat simbok, hati selalu nyaman dan tentram.
Pernah nonton acara "Jika Aku Menjadi" di TV..?
Naah..! kira-kira begitulah yang ku alami bersama simbok.
Seorang mahasiswi yang lumayan manis, (ehem...! *sambil tersipu*) ikutan simbok tua kesawah, panen kacang, menebang batang pisang, angon kambing, ngurus ayam,dan berjalan menyusur rel dibawah terik matahari buat belanja kulakan di pasar.
simbok memang berjualan kecil-kecilan. "lumayaan...keneng nggo jajan" katanya.
Dan hebatnya Simbok, semua pekerjaan sulit itu dikerjakan dengan penuh ceria dan bahagia.
Gubuk simbok yang letaknya hanya beberapa meter dari rel kereta api,
membuat semua bergetar waktu kereta lewat. Pada suatu malam, pas aku nginep disana, waktu hampir terlelap, tiba-tiba kereta lewat, suaranya brisik banget dan membuat amben bergetar.
Diluar dugaanku..bukan keluhan yang keluar dari mulutnya, melainkan sebuah kalimat yang positif.
"kepenak."! katanya..."koyo diayun..!"Subhanallah..! seketika rasa kasian berubah jadi kagum terhadapnya.
Saat ini, setelah melalui kontemplasi yang panjang ( jiahh...! )
aku menyadari bahwa Simbok ikut berperan dalam membentuk pola fikirku,
untuk selalu berfikir positif, bersyukur dan menikmati hidup.
Potongan-potongan kenangan bermakna selalu hinggap setiap aku ingat simbok. Pengalaman indahku bersamanya, tanpa kusadari telah memperkaya batinku.
Dari simbok aku belajar, bawa sesulit apapun pekerjaan, akan terasa mudah dan menyenangkan,jika kita melakukannya dengan ikhlas dan hati bahagia"
Dari simbok juga aku belajar untuk tidak bergantung pada orang lain, lewat sikapnya yang mandiri, nggak mau bergantung pada anak-anaknya.Sebelumnya, aku kadang merasa tak berdaya tanpa bantuan orang lain.
Dari simbok juga aku belajar bahwa sebuah hal akan menjadi rumit atau indah, bergantung dari persepsi mana yang mau kita pakai.
Matur nuwun yo simbok...atas smua pelajaran yang kudapat dari "membaca" hidupmu
Nyuwun pangapunten,kulo dereng saget silaturahim...
Semoga beliau masih hidup dan sehat saat ini,
dan sampai nanti, ketika aku ajak suami dan anak-anak tercinta berkunjung kesana
nanti aku share lagi ya ..
kayaknya kalo itu terjadi, bakal jadi tulisan dengan judul "Napak Tilas Jejak Bunda"
hehe,keren yaa...
Subscribe to:
Posts (Atom)






